Prabowo Tanggapi Langsung Keluhan Buruh soal Pajak dan Janjikan Dewan Kesejahteraan

Presiden Prabowo Subianto merespons langsung keluhan buruh terkait pajak penghasilan yang dinilai memberatkan saat peringatan May Day 2025 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (1/5).

Di sela pidatonya, Presiden menanggapi secara spontan aspirasi dari buruh mengenai pajak atas gaji mereka.

“Masalah pajak akan saya pelajari lagi. Pajak besar itu untuk yang penghasilannya besar. Kalau gajinya kecil, ngapain dipajakin,” ucap Prabowo dari atas panggung.

Namun ia juga menambahkan bahwa pungutan pajak ringan tetap dapat diberlakukan. “Kalau pajaknya sedikit-sedikit, boleh dong. Ya, bayar dikit-dikit aja,” lanjutnya.

Presiden memastikan isu pajak ini akan dibahas dalam Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang akan segera dibentuk. Dewan tersebut akan terdiri dari tokoh dan pimpinan buruh se-Indonesia, bertugas memberi masukan langsung kepada Presiden.

“Tugas mereka mempelajari kondisi buruh dan memberi nasihat kepada Presiden soal regulasi yang tidak adil atau tak berpihak pada buruh,” ujar Prabowo.

Dalam peringatan May Day tersebut, para pemimpin konfederasi serikat buruh juga menyampaikan langsung berbagai tuntutan, seperti pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), ratifikasi Konvensi ILO 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan, penghapusan outsourcing, serta pencabutan aturan yang masih merujuk pada UU Cipta Kerja.

Para pimpinan serikat buruh yang hadir dan menyampaikan tuntutan antara lain Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI dan Partai Buruh Said Iqbal, Ketua Umum KSPSI Pembaruan Jumhur Hidayat, dan Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *