Menteri HAM Dukung Penulisan Ulang Sejarah Dengan “tone” Positif

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai mendukung gagasan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menulis ulang sejarah Indonesia, terutama terkait pelanggaran HAM berat, dengan narasi yang lebih positif.

Menurut Pigai, penulisan ulang sejarah dengan tone positif berarti menuliskan sejarah secara apa adanya, bukan memanipulasi fakta untuk kepentingan tertentu.

“Penulisan sejarah dengan tone positif bukan berarti mempositifkan semua peristiwa, tapi menuliskan fakta peristiwa apa adanya,” kata Pigai, Selasa (3/6).

Pigai menekankan bahwa sejarah Indonesia masih menjadi perdebatan dan perlu ditulis ulang untuk mengungkapkan kebenaran peristiwa. Kementerian HAM akan terlibat dalam proses ini untuk mengontrol kebenaran peristiwa dan memastikan keadilan.

Sebelumnya Menteri Budaya, Fadli Zon menyatakan bahwa penulisan ulang sejarah akan dilakukan dengan perspektif Indonesia sentris untuk menghapus bias kolonial dan mempersatukan bangsa.

Ia juga menegaskan bahwa proses ini akan melibatkan tim yang terdiri dari 113 penulis, 20 editor jilid, dan tiga editor umum, termasuk sejarawan.

“Penulisan ulang sejarah ini bukan untuk mencari kesalahan, tapi untuk menunjukkan tone positif dari sejarah bangsa,” kata Fadli Zon.

Dengan demikian, penulisan ulang sejarah diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dan positif tentang sejarah bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *