Mahasiswa Desak DPR Bentuk Tim Investigasi dan Sahkan RUU Perampasan Aset
Sejumlah organisasi mahasiswa menyampaikan tuntutan saat bertemu pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/8). Hadir antara lain BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Trisakti, GMNI, dan HMI.
“Saya berharap kita ingat kembali amanat rakyat agar betul-betul bisa kita perjuangkan,” kata Ketua BEM UI, Agus Setiawan.
Mahasiswa mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi mengusut kerusuhan dalam aksi beberapa waktu lalu. Agus menilai, tim itu penting untuk membuktikan pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal adanya gerakan makar.
“Kalau tidak, hal itu akan merugikan mahasiswa dalam melakukan gerakan,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta meminta aparat represif terhadap massa aksi ditindak. Perwakilan BEM Trisakti, Jili Colin, menegaskan mahasiswa tidak mungkin melakukan aksi anarkis.
“Provokator justru menghambat mahasiswa untuk bergerak,” katanya.
Jili juga menyinggung kemewahan fasilitas anggota dewan di tengah kondisi rakyat yang sulit.
“Saya ingatkan bapak-bapak dewan untuk mendengar aspirasi kami,” ucapnya.

