KSP Minta Evaluasi Menyeluruh Program MBG Pasca Kasus Keracunan
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu evaluasi menyeluruh menyusul maraknya kasus keracunan siswa.
“Memang harus ada perbaikan mekanisme, perbaikan kelembagaan, dan perbaikan dari berbagai macam sisi. Ini sudah wake up call, bagaimana bahwa ini harus bisa diperbaiki dengan secepat-cepatnya,” kata Qodari di Jakarta, Sabtu (20/9).
Ia menekankan MBG harus dijalankan dengan standar zero accident. “Hemat saya (MBG) perlu perbaikan secara menyeluruh, baik dari segi pendirian SPPG-nya maupun juga dari segi delivery-nya di lapangan,” ujarnya.
Kasus keracunan terbaru terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (18/9), menimpa 569 siswa. Qodari menegaskan insiden seperti itu tidak boleh ditoleransi.
“Kan MBG tingkat accident-nya cuma 5 persen, cuman 1 persen, enggak bisa. Ini program dengan zero tolerance terhadap accident. Jadi MBG itu harus perfect, harus sempurna,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden MBG. Ia memastikan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemda melakukan pemulihan korban serta evaluasi program.
“Atas nama pemerintah dan mewakili BGN, kami memohon maaf karena terjadi beberapa kali kasus di sejumlah daerah. Itu bukan sesuatu yang diharapkan, apalagi disengaja,” kata Prasetyo.

