Gibran Tekankan Nalar Kritis dan Literasi Digital bagi Mahasiswa di Era Informasi Cepat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan kecakapan literasi digital bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi. Pesan itu disampaikan saat menerima jajaran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
“Beliau menekankan pentingnya nalar kritis bagi para mahasiswa. Dengan banyaknya informasi sekarang, beliau meminta generasi muda tidak terprovokasi berita-berita yang tidak jelas,” ujar Ketua Umum IMM, Riyan Betra Delza, Jumat.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Wapres menilai generasi muda harus berperan aktif dalam agenda transformasi teknologi nasional. Mahasiswa didorong tidak sekadar menjadi penonton perkembangan digital, tetapi memanfaatkan teknologi untuk inovasi, penyebaran informasi positif, dan peningkatan daya saing bangsa.
Menurut Riyan, Gibran berharap mahasiswa mampu mengolah data dan informasi secara bijak, tidak hanya menjadi penerima pasif. Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi agar kontribusi pemuda dapat memberi dampak nyata bagi pembangunan.
“Yang paling penting, beliau berharap para mahasiswa ini memberikan sumbangsih pikiran dan kinerja untuk bangsa,” katanya.
Dalam pertemuan itu, Wapres mengapresiasi program AI Academy yang baru diluncurkan IMM. Program tersebut memberi pelatihan terstruktur mengenai kecerdasan buatan dan pada semester pertama telah diikuti sekitar 500 mahasiswa. Semester berikutnya ditargetkan meningkat menjadi 2.000 peserta dari berbagai kampus.
Sekjen IMM, Muhammad Zaki Mubarak, mengatakan Wapres mendorong agar program ini dikembangkan lebih masif lewat kolaborasi lintas sektor.
“Mas Wapres juga mendorong kami bekerja sama dengan pihak swasta agar program ini bisa berjalan secara masif dan tersebar ke seluruh Indonesia,” ucap Zaki.
IMM berharap Wapres dapat hadir dalam peresmian besar AI Academy pada awal 2026 di Universitas Muhammadiyah Indonesia, Bekasi.

