Pemerintah Serap Hasil Panen dan Perbaiki Sawah Pascabanjir di Tiga Provinsi Sumatera
Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memulihkan sektor pertanian pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Kementerian Pertanian akan memastikan hasil panen petani tetap terserap agar mereka tidak merugi akibat dampak bencana. “Ketika panen para petani tidak bisa terserap, untuk itu dibeli oleh pemerintah,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Selain penyerapan hasil panen, pemerintah bersama Kementerian Perdagangan juga menjamin ketersediaan stok kebutuhan pokok di wilayah terdampak. Di sisi lain, Kementerian Kehutanan melakukan pembersihan kayu-kayu hanyut akibat banjir serta mengevaluasi izin pengusahaan hutan. “Sekaligus juga memantau dan mengevaluasi kepada kurang lebih hampir 24 izin-izin pengusahaan hutan di tiga provinsi yang tadi maupun KPH,” jelas Prasetyo.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan fokus utama pemulihan adalah mempercepat perbaikan sawah yang rusak agar petani bisa segera kembali menanam. “Insyaa Allah sektor pertanian, mulai sawah yang rusak kita akan perbaiki,” kata Amran usai bertemu Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Jakarta. Pemerintah juga akan memulihkan komoditas lain seperti kopi untuk menjaga daya tahan ekonomi petani.
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian Pertanian menyiapkan tim teknis yang akan turun langsung ke lapangan mulai Januari 2026 guna melakukan pendataan, perbaikan fisik, dan pendampingan tanam kembali. “Mulai Januari 2026, tim kita akan turun ke lapangan (di Aceh),” ujar Amran.
Berdasarkan data awal, sekitar 89 ribu hektare sawah di Aceh terdampak banjir dan menjadi fokus utama program pemulihan. Pemerintah optimistis langkah cepat dan kolaboratif ini akan menjaga ketahanan pangan, melindungi pendapatan petani, serta mempercepat kebangkitan sektor pertanian pascabencana.

