Yusril: Nilai Intelektual dan Integritas Harus Jadi Fondasi Dunia Akademik
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan nilai intelektual, integritas, serta keberpihakan pada kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama dunia akademik di tengah dinamika politik nasional. Hal itu disampaikan dalam peringatan 50 Tahun Surat Kabar Kampus Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Rabu (14/1).
Menurut Yusril, perubahan politik dan pemerintahan merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi. “Perubahan zaman dan pemerintahan adalah keniscayaan. Namun, nilai-nilai intelektual, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan Universitas Indonesia harus terus menjaga relevansi dan perannya dalam dinamika politik nasional, terutama di tengah perubahan zaman dan transisi pemerintahan. UI, kata Yusril, memiliki sejarah panjang dan kontribusi penting dalam perjalanan demokrasi dan politik nasional.
Yusril juga menekankan pentingnya soliditas antara mahasiswa dan alumni UI dalam menentukan arah dan langkah strategis kampus ke depan. “Soliditas mahasiswa dan alumni sangat diperlukan agar UI tetap relevan dan berkontribusi nyata. Universitas Indonesia tidak boleh tertinggal dalam sejarah politik bangsa,” katanya.
Selain itu, Yusril menilai kebebasan akademik dan pers mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan nalar kritis dan kontrol sosial yang konstruktif. Peringatan 50 Tahun Surat Kabar Kampus UI pun dinilai menjadi momentum refleksi atas peran pers mahasiswa dalam menjaga tradisi intelektual, kebebasan berekspresi, dan penguatan demokrasi di Indonesia.

