DPR Minta Kemenpar Dorong Desa Wisata Naik Kelas hingga Mandiri
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memfokuskan pengembangan desa wisata secara merata di seluruh daerah, khususnya untuk mendorong desa wisata naik kelas dari kategori rintisan menuju desa wisata mandiri. Ia menilai masih terjadi kesenjangan pengembangan antarwilayah.
Menurut Hendry, dari lebih dari 6.000 desa wisata secara nasional, sebagian besar masih berada pada kategori rintisan. “Di beberapa daerah, termasuk daerah pemilihan kami, desa wisata masih didominasi kategori rintisan, hampir tidak ada desa wisata mandiri,” ujarnya di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan pengembangan desa wisata tidak boleh terpusat pada daerah tertentu saja, melainkan harus menyebar agar manfaat ekonomi dirasakan secara luas. “Jangan hanya fokus pada daerah yang itu-itu saja. Tahun 2026 perlu ada program yang secara khusus mendorong desa wisata naik kelas,” kata Hendry.
Selain pemerataan, Hendry menekankan pentingnya kolaborasi sektor pariwisata dengan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi desa wisata. “Bagaimana Kementerian Pariwisata bisa berkolaborasi dengan UMKM yang ada di desa wisata agar ekonomi lokal benar-benar bergerak dan desa wisata bisa mandiri,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran ekonomi kreatif dan sinergi lintas sektor, termasuk industri dan pendidikan vokasi, dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. “Fenomena budaya lokal yang dikemas secara kreatif bisa mendunia dan memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” katanya, seraya mendorong program kolaboratif yang langsung menyentuh daerah.

