Komisi X DPR Apresiasi Kinerja Kemendikdasmen, Soroti Tiga Masalah Mendasar Pendidikan
Anggota Komisi X DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi menilai kebijakan dan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) semakin selaras dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia mengapresiasi capaian kinerja Kemendikdasmen selama satu tahun terakhir yang dinilai responsif terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional.
“Kami mengapresiasi kinerja Kemendikdasmen selama satu tahun ini. Kebijakan yang disampaikan hari ini terlihat mampu menjawab banyak persoalan pendidikan yang selama ini dirasakan masyarakat,” ujar Purnamasidi di Jakarta, Rabu. Apresiasi itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Meski demikian, Purnamasidi menegaskan masih ada tiga persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius ke depan, yakni kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan dan peningkatan sarana-prasarana pendidikan, serta peningkatan kompetensi pendidik agar sejalan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut sangat bergantung pada fokus dan pemanfaatan anggaran pendidikan. Ia menilai alokasi anggaran pendidikan nasional sebesar Rp757,8 triliun belum sepenuhnya dirasakan optimal oleh sektor pendidikan. “Masalah anggaran ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan mudah, jika anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun itu benar-benar digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, Purnamasidi menekankan pentingnya dukungan data akurat dari pemerintah kepada DPR, terutama terkait angka ideal kesejahteraan guru dan satuan biaya BOS. “Anggaran pendidikan adalah mandat konstitusi dan harus benar-benar diprioritaskan untuk pendidikan, bukan untuk kepentingan lain,” tuturnya.

