Bamsoet Dukung Prabowo Tata Ulang Sistem Politik yang ‘Transaksional dan Brutal’

Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang sistem politik dan pemilu yang dinilai berbiaya tinggi serta transaksional.

“Jadi, intinya dalam berbagai kesempatan, terakhir saya masih ingat waktu di Sentul, Presiden Prabowo mengatakan bahwa kita harus penataan ulang sistem politik. Yang substansial, tidak seperti hari ini, yang transaksional, yang brutal,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, mahalnya biaya pemilu turut memicu praktik korupsi. Ia menegaskan penataan ulang sistem politik dimungkinkan oleh Undang-Undang dan akan dibahas DPR bersama pemerintah.

“Pemilu yang berbiaya tinggi yang menimbulkan korupsi di mana-mana. Saya tidak tahu dari mana kita mulai penataan ini, tetapi yang pasti penataan sistem politik itu ada di Undang-Undang, itu berada di DPR yang akan dibicarakan kepada pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan hal serupa saat HUT ke-60 Partai Golkar di Sentul International Convention Center, Bogor, 12 Desember 2025.

“Kita, semua merasakan demokrasi yang kita jalankan ada sesuatu atau beberapa hal yang harus kita perbaiki bersama-sama. Menurut saya, kita harus perbaiki sistem, dan kita tidak boleh malu untuk mengakui bahwa kemungkinan sistem ini terlalu mahal,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti pemborosan anggaran dalam pemilu.

“Saya lihat, negara-negara tetangga kita efisien. Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, sekali milih ya sudah DPRD itu lah milih gubernur, milih bupati. Efisien, nggak keluar duit, keluar duit, keluar duit, kayak kita kaya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *