Seskab Teddy: MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan, “Itu Narasi yang Keliru”
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan tidak ada pemangkasan anggaran pendidikan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia membantah tudingan bahwa program tersebut membuat sekolah terbengkalai dan guru tidak diperhatikan.
“Ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan, sehingga sekolah terbengkalai, kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen APBN atau Rp769,1 triliun tahun ini telah disepakati bersama pemerintah dan DPR sejak tahun lalu, termasuk rincian peruntukannya. Karena itu, tidak ada pengalihan sepihak untuk mendanai MBG dan seluruh program strategis tetap berjalan.
Program seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) disebut masih dilanjutkan. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menambah program Sekolah Rakyat bagi anak putus sekolah.
Terkait isu sekolah rusak, Teddy menjelaskan pengelolaan SMA menjadi kewenangan provinsi, sedangkan SD dan SMP di kabupaten/kota. Pada 2025, pemerintah telah merenovasi 16 ribu sekolah dengan anggaran sekitar Rp17 triliun melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Digitalisasi juga diperkuat lewat distribusi 280.000 unit televisi digital ke sekolah pada 2026.
“Ini fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan,” pungkasnya.

