Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda Kreatif Tingkatkan PAD dan Kurangi Ketergantungan Pusat
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah agar lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), di tengah masih tingginya ketergantungan fiskal pada dana transfer pusat.
“Kalau seandainya mau mengandalkan anggaran ini (dana transfer pusat) saja, berat,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2027 di Gedung Mapalus, Kantor Gubernur Sulut.
Tito menyoroti masih kecilnya porsi PAD di banyak daerah, termasuk di Sulawesi Utara, serta tingginya belanja pegawai yang di sejumlah wilayah bisa mencapai lebih dari 50 persen APBD. Kondisi ini membuat ruang fiskal untuk pembangunan menjadi terbatas.
Ia menilai pola pikir aparatur pemerintah daerah perlu diubah, dari sekadar fokus pada belanja menjadi lebih berorientasi pada peningkatan pendapatan.
Menurutnya, kepala daerah perlu mengadopsi pola pikir seperti pelaku usaha dalam mengelola keuangan daerah. “Prinsip dasarnya adalah bagaimana pendapatan lebih tinggi daripada belanja, jangan dibalik,” ujarnya.
Tito juga mendorong langkah efisiensi belanja daerah, terutama pada pos operasional seperti perjalanan dinas dan kegiatan nonprioritas, serta optimalisasi sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat kecil.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan iklim investasi daerah melalui kemudahan perizinan dan percepatan layanan publik, termasuk pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Ia juga mengajak pelaku usaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk dilibatkan dalam penguatan sektor swasta daerah.
“Ada Kadin (Kamar Dagang dan Industri), ada Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), ajak diskusi untuk menghidupkan swasta. Investasi itu kan enggak harus luar negeri, dalam negeri juga bisa, lokal juga bisa,” kata Mendagri.

