Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi Belanja APBD
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna menstimulasi perekonomian nasional.
“Karena belanja pemerintah adalah belanja utama selain untuk terjadinya peredaran uang, menstimulasi swasta,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah yang ideal ditandai dengan tingginya pendapatan yang diiringi realisasi belanja yang juga tinggi sehingga perputaran uang di masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tito memberikan apresiasi kepada daerah yang mampu mengelola keuangan secara optimal, salah satunya Jawa Barat yang mencatat realisasi pendapatan 16 persen dan belanja 15 persen.
Namun, ia juga menyoroti daerah yang memiliki pendapatan tinggi tetapi belanjanya rendah sehingga dana APBD lebih banyak tersimpan di bank.
“Nah, kalau pendapatannya tinggi, belanjanya rendah, ya alhamdulillah punya simpanan, tapi belanja rendah. Perputaran uangnya kurang bergerak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja ekonomi Kepulauan Riau yang mencatat pertumbuhan ekonomi 7,89 persen secara tahunan, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Ini cukup baik, terkendali. Dan inflasi bulan ke bulannya (Provinsi Kepri) juga cukup baik,” tuturnya.

