Barongan Blora dan Tari Bambu Banyumas Memukau di Gelar Tari Jawa Tengah 2026
MEDIATAMA – Gelar Tari Jawa Tengah (GTJ) ke-25 yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jawa Tengah kembali menghadirkan pertunjukan seni tradisi yang memikat di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Sabtu (11/7).
Pada penyelenggaraan perdana tahun 2026 ini, penonton disuguhkan penampilan khas dari Sanggar Kalamangsa Kabupaten Banyumas dan Sanggar Ganesha Sura Kencana Kabupaten Blora.
Pelaksana Tugas Kepala TBJT, Sarido, mengatakan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya di kawasan Taman Budaya Jawa Tengah. Menurutnya, proses kurasi yang dilakukan FSST Jateng telah memastikan penampil yang tampil merupakan sanggar-sanggar terbaik.
“Tentunya, sudah sangat menimbang dan memutuskan, yang akan tampil. Maka, saya sangat yakin yang tampil malam ini merupakan putra-putri terbaik,” kata Sarido saat membuka GTJ di kompleks TBJT.
Ia berharap berbagai pertunjukan seni di TBJT dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan seni pertunjukan di Jawa Tengah.
“Selamat menyaksikan pertunjukkan terbaik. Semoga ini menumbuhkan syukur kita untuk tetap cinta terhadap seni dan budaya di Jawa Tengah,” paparnya.
Koordinator Gelar Tari Jawa Tengah, Sekar Arum, menjelaskan bahwa pertunjukan ini menjadi sajian perdana FSST Jawa Tengah pada tahun 2026.
“Untuk sajian kali ini kami hadirkan Sanggar Kalamangsa dari Kabupaten Banyumas, dan Sanggar Ganesha Sura Kencana dari Kabupaten Blora,” katanya.
Sekar menambahkan, setiap sanggar yang akan tampil telah dipilih dan diberi pemberitahuan setidaknya enam bulan sebelum pementasan agar memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan karya terbaik.
“Jadi supaya mereka juga mempersiapkan penampilan dengan matang. Baik itu karya lama maupun karya baru,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua FSST Jawa Tengah, Yoyok Bambang Priyambodo, mengaku terkesan dengan penampilan kedua sanggar yang dinilai mampu menampilkan karakter daerahnya masing-masing dengan kuat.
“Kalamangsa membawakan bambu sebagai tema tarian. Itu menarik karena kehidupan di desa itu kebanyakan menggunakan alat-alat dari bambu, bahkan sampai sekarang.”
Menurut Yoyok, penampilan dari Kabupaten Blora juga berhasil menunjukkan kuatnya pelestarian seni tradisi melalui kesenian Barongan.
“Kalau Blora, sudah pasti menampilkan Barongan. Yang menarik, para penampil dari Blora itu masih SMP. Dari situ saya pahami bahwa sampai sekarang kesenian warisan nenek moyang ini masih terus dilestarikan,” paparnya.

