Anwar Usman Akui Sakit Jadi Alasan Sering Absen di MK Sepanjang 2025

Hakim Konstitusi Anwar Usman menjelaskan alasan dirinya kerap absen dalam sidang dan rapat di Mahkamah Konstitusi (MK) sepanjang 2025 adalah karena mengalami sakit. Ia mengaku sempat terjatuh dan tidak sadarkan diri pada awal 2025, sehingga harus menjalani masa pemulihan panjang. “Saya itu awal tahun 2005, ya, itu sakit betul-betul saya baru pernah merasakan sakit… sudah lupa sama sekali. Saya pikir sudah hilang sudah saya,” kata Anwar usai bersidang di Gedung MK, Jakarta, Rabu petang.

Sejak peristiwa tersebut, dokter menyarankan Anwar untuk banyak beristirahat selama satu hingga dua tahun. Ia pun mengaku hingga kini harus rutin mengonsumsi obat setiap hari. “Terus terang, jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari tiga kali sehari, bahkan ada yang empat kali untuk minum obat,” ujarnya sambil memperlihatkan obat-obatan yang dikonsumsi.

Anwar menilai sakit yang dialaminya juga dipicu kelalaiannya sendiri karena tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. “Saya itu orang… yang sama sekali tidak pernah menggunakan fasilitas untuk general check-up,” ucap mantan Ketua MK tersebut, seraya mengakui itu sebagai kesalahan sejak dirinya masih bertugas di Mahkamah Agung.

Sementara itu, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) dalam laporan kinerja 2025 mencatat Anwar sebagai hakim dengan tingkat ketidakhadiran tertinggi. Ia tercatat tidak hadir 81 kali dalam sidang pleno, 32 kali dalam sidang panel, serta 32 kali dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH), dengan tingkat kehadiran hanya 71 persen.

Menanggapi publikasi data tersebut, Anwar mengaku tidak terima jika rekap ketidakhadiran disampaikan tanpa penjelasan alasan. “Tidak ada hakim yang absen tanpa keterangan yang jelas,” katanya, meski menegaskan hal itu tidak memengaruhi dirinya secara pribadi. Di sisi lain, Anggota MKMK Yuliandri menekankan bahwa data kehadiran dipublikasikan semata sebagai bentuk akuntabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *