Danantara Himpun Rp50 Triliun dari Patriot Bond untuk Proyek Energi

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) berhasil menghimpun dana Rp50 triliun dari penerbitan obligasi patriot (patriot bond). Dana tersebut akan dialokasikan untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) dan konversi sampah menjadi energi (waste to energy).

“Ya, pokoknya dananya sudah tercapai Rp50 triliun, fokus untuk waste to energy dan juga energi baru terbarukan,” ujar CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta, Rabu (1/10).

Patriot bond merupakan surat utang perdana Danantara yang diterbitkan dalam dua seri, dengan tenor lima tahun dan tujuh tahun serta menawarkan imbal hasil 2 persen.

Rosan menyebut dana hasil penerbitan akan lebih dulu difokuskan pada proyek waste to energy yang telah diluncurkan pada 30 September. “Harapannya pada akhir Oktober ini kami akan mulai proses untuk tendernya waste to energy, tetapi untuk patriot bond itu sudah selesai, ya,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi patriot bond sebagai instrumen pembiayaan nasional untuk program pembangunan, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di 33 lokasi.

CIO Danantara Pandu Sjahrir menambahkan, skema ini sudah lazim dipakai di berbagai negara seperti Jepang dan Amerika Serikat. Menurutnya, patriot bond mampu menyediakan pendanaan jangka menengah hingga panjang yang stabil, sekaligus memberi instrumen investasi aman bagi pelaku usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *