Danantara Minat Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
Danantara Indonesia menyatakan minat untuk menjadi salah satu pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi bursa efek diterapkan.
“Kita terbuka, kalau sudah terjadi demutualisasi, tentu Danantara berkeinginan untuk masuk juga,” kata CEO Danantara Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Rosan mengatakan Danantara menyambut positif rencana percepatan demutualisasi BEI sebagai bagian dari transformasi struktural pasar modal dan penguatan tata kelola bursa. Namun, skema masuk Danantara, baik melalui penawaran umum perdana saham (IPO) maupun mekanisme lain, masih dikaji.
“Dengan percepatan demutualisasi, Danantara Indonesia bersikap terbuka sebagaimana praktik di berbagai negara di mana sovereign wealth fund menjadi bagian dari bursa,” ujarnya.
Menurut Rosan, langkah tersebut sejalan dengan praktik internasional untuk meningkatkan transparansi, memperbaiki struktur pasar, dan memperkuat kepercayaan pelaku pasar. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik, mengingat hampir 30 persen kapitalisasi pasar BEI berasal dari BUMN.
“Danantara dan pihak lainnya memiliki kepentingan besar karena hampir 30 persen kapitalisasi pasar Bursa Efek berasal dari BUMN,” katanya.
Sementara itu, pemerintah memastikan percepatan penyelesaian aturan demutualisasi BEI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tahapan demutualisasi telah memiliki dasar hukum dalam UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

