Danantara Siapkan Rp1,5 Triliun Beli Gula Petani yang Menumpuk di Gudang

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bakal mengucurkan dana Rp1,5 triliun untuk menyerap gula pasir milik petani yang hingga kini masih menumpuk di gudang pabrik gula.

Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) Cabang Assembagoes, Situbondo, Jawa Timur, Herman Fauzi, mengungkapkan informasi tersebut diperoleh usai APTRI berkoordinasi dengan Kemenko Bidang Pangan dan Kemenko Bidang Perekonomian. Nantinya, penyaluran dana akan dilakukan melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk pembelian gula petani secara sementara.

“Pengurus APTRI Pusat pekan lalu sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait. Solusinya, Danantara akan menggelontorkan dana lewat SGN untuk membeli gula petani,” ujar Fauzi di Situbondo, Sabtu (9/8).

Ia menjelaskan, sejak sebulan terakhir, ribuan ton gula pasir di Pabrik Gula (PG) Assembagoes belum laku terjual dan hanya menumpuk di gudang. Pedagang menawar di bawah harga acuan penjualan (HAP) Rp14.500 per kilogram, yakni di kisaran Rp14.350 hingga Rp14.200 per kilogram.

Menurut Fauzi, rendahnya harga ini diduga karena maraknya gula rafinasi yang beredar di pasaran. Padahal, produk tersebut diperuntukkan khusus bagi industri makanan dan minuman, bukan untuk konsumsi rumah tangga.

“Gula rafinasi warnanya sangat putih, rasanya tidak semanis gula pasir biasa, dan harganya lebih murah,” tegasnya.

General Manajer PG Assembagoes, Mulyono, mencatat sekitar 5.000 ton gula pasir petani masih tertahan di gudang selama lebih dari empat pekan. Kondisi ini membuat pembayaran kepada petani yang tebunya telah digiling tertunda.

“Selama gula belum terjual, pembayaran kepada petani belum bisa dilakukan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *