Dave Laksono: Kunjungan Prabowo ke Inggris dan Swiss Langkah Strategis Diplomasi Global
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Swiss bukan sekadar agenda diplomasi rutin, melainkan langkah strategis untuk menegaskan posisi Indonesia di panggung internasional. Menurutnya, kehadiran Presiden di dua pusat diplomasi dan ekonomi dunia itu membuka peluang konkret bagi kerja sama perdagangan, investasi, dan teknologi.
“Kehadiran tersebut juga memperkuat kepercayaan global terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia, sehingga reputasi kita sebagai mitra kredibel semakin kokoh dan membuka jalan bagi arus investasi jangka panjang,” kata Dave saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Di Inggris, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Raja Charles III dan berdialog dengan Perdana Menteri Keir Starmer. Agenda pertemuan mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan, dan pendidikan tinggi. Dave berharap pertemuan ini mampu memperluas akses pasar produk Indonesia, memperkuat kolaborasi teknologi pertahanan, serta membuka peluang kerja sama pendidikan dan riset.
“Hubungan yang terbangun akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Eropa,” ujarnya.
Sementara di Swiss, Prabowo akan tampil sebagai pembicara kunci dalam World Economic Forum (WEF) Davos pada 22 Januari 2026. Forum tersebut dihadiri puluhan kepala negara dan ribuan peserta internasional, sehingga dinilai strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam isu perdamaian, stabilitas kawasan, dan kerja sama ekonomi global.
Dave menambahkan, kehadiran Presiden di Davos juga membuka peluang perluasan jejaring dengan pemimpin dunia dan pimpinan perusahaan global, khususnya untuk investasi di sektor energi, infrastruktur, dan teknologi. “Agenda Presiden Prabowo Subianto ke Inggris dan Swiss bukan hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghadirkan implikasi nyata bagi kesejahteraan rakyat melalui peningkatan investasi, perdagangan, serta reputasi Indonesia di mata dunia,” katanya.

