Demokrat Tegaskan Tak Ada “Matahari Kembar”, Kepemimpinan Tetap di Tangan AHY
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menegaskan tidak ada “matahari kembar” dalam tubuh partai berlambang mercy tersebut. Penegasan ini disampaikan Sekretaris I Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi DPP Partai Demokrat, Si Made Rai Edi Astawa, menanggapi pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut matahari Partai Demokrat hanya satu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Partai Demokrat sudah sukses dalam proses suksesi kepemimpinan dari SBY kepada Ketua Umum AHY dengan mulus, baik, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Demokrat tidak memiliki persoalan komando maupun dualisme kepemimpinan,” ujar Astawa di Mataram, Senin.
Ia menilai keberhasilan transisi kepemimpinan itu justru semakin terlihat saat Partai Demokrat menghadapi upaya pengambilalihan melalui Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) yang dipimpin Moeldoko beberapa waktu lalu. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bukti kuatnya sistem organisasi dan kepemimpinan partai.
Astawa menjelaskan, istilah “matahari kembar” yang pernah disampaikan SBY merupakan pesan internal sekaligus edukasi politik agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. “Kalau ada matahari kembar, soliditas, dan solidaritas tidak akan tercapai. Tapi, di Demokrat itu tidak terjadi. Mataharinya satu, di bawah arahan Ketua Umum,” katanya.
Ia juga menegaskan hubungan SBY dan AHY berjalan harmonis, di mana SBY berperan sebagai pembina dan mentor. Namun, kewenangan dan keputusan akhir partai tetap berada di tangan AHY. “Jadi, tetap matahari satu di bawah ketua umum, AHY,” ujarnya.
Sebelumnya, SBY menegaskan hal serupa dalam Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat. “Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” kata SBY di Jakarta, Senin malam (12/1).

