DPR Minta Mitigasi Dipercepat atas Bibit Siklon Tropis 93S

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany meminta pemerintah segera memitigasi potensi dampak bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia yang berisiko membawa hujan lebat ke NTT, Bali, hingga Perairan Jawa. Ia menilai status kewaspadaan harus ditingkatkan dan respons dilakukan cepat.

 

Menurut Selly, koordinasi penanggulangan bencana tidak hanya berada di BNPB, tetapi juga sangat bergantung pada BMKG sebagai lembaga peringatan dini. “Ketika BMKG sudah mengeluarkan early warning, maka kewajiban berikutnya adalah memastikan publikasi yang cepat, jelas, dan masif,” kata Selly di Jakarta, Jumat.

 

Ia mendorong BMKG memperkuat penyebaran informasi, sementara BNPB dan BPBD diminta segera mengaktifkan status siaga di daerah yang diproyeksikan terdampak. “Kita tidak boleh mengulangi pengalaman di Sumatera di mana beberapa daerah belum siap secara logistik maupun koordinasi,” ujarnya.

 

Selly juga menekankan peran pemerintah daerah dalam menyiapkan lokasi pengungsian, edukasi masyarakat pesisir, pengecekan drainase, pemetaan wilayah rawan hingga level desa, serta identifikasi kelompok rentan. “Infrastruktur publik seperti jembatan, tanggul, jalur evakuasi, dan fasilitas kesehatan harus dicek secara berkala,” katanya.

 

Sebelumnya, BMKG melaporkan kemunculan bibit siklon tropis 93S di perairan selatan NTB. Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG Miming Saepudin menyebut bibit siklon itu terbentuk pada 11 Desember 2025 dan berpeluang berkembang rendah. “Yang diperlukan adalah kerja cepat, kolaboratif, dan terukur,” kata Selly menegaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *