DPR Nilai Bantuan Malaysia Bisa Perkuat Penanganan Karhutla
MEDIATAMA – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menilai tawaran bantuan Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Indonesia di tengah penanganan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Menurut Dini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pemadaman di darat, pemantauan titik api, pendinginan, hingga pengerahan sarana dan prasarana. Namun, dukungan dari negara sahabat perlu dimanfaatkan apabila sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Yang penting prosedurnya jelas dan bantuannya benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Dini di Jakarta, Jumat.
Ia menekankan keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari jumlah titik api yang berhasil dipadamkan, tetapi juga dari perlindungan terhadap masyarakat terdampak asap, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
“Jangan sampai fokus kita hanya pada api, sementara dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan warga terabaikan,” ujarnya.
Dini juga meminta setiap bantuan internasional dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel. Penggunaan bantuan, penerima, serta manfaatnya harus jelas agar benar-benar mendukung penanganan karhutla.
“Akuntabilitas tetap penting. Bantuan harus benar-benar menjadi kekuatan tambahan untuk penanganan, bukan sekadar simbol kerja sama,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan negaranya masih menunggu persetujuan Indonesia untuk membantu penanganan karhutla. Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan serta Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan daftar aset yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman.

