Emil Dardak Tinjau Bandara Juanda Pastikan kesiapan Arus Balik

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meninjau kesiapan Bandara Internasional Juanda dalam menghadapi arus balik Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 H.

Saat berkunjung pada Kamis (3/4) malam, Emil berdiskusi langsung dengan General Manager Angkasa Pura I Bandara Juanda mengenai dampak cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, yang menyebabkan pohon tumbang dan merusak beberapa kendaraan di area parkir bandara.

“Kami menanyakan langsung kepada Pak GM Angkasa Pura mengenai enam unit kendaraan yang terdampak. Pihak pengelola bandara dan parkir telah melakukan langkah mitigasi seperti pemotongan pohon dan dahan. Namun, angin yang terjadi memang sangat kencang. Kompensasi juga telah diberikan kepada pemilik kendaraan yang terdampak,” ujar Emil, Jumat (4/4).

Mengenai genangan air dan kerusakan jalan di akses masuk bandara, Emil menegaskan bahwa banjir tidak terjadi di dalam area bandara, melainkan di jalur masuk akibat cuaca ekstrem.

“Banjir terjadi di akses masuk, bukan di dalam bandara. Ini sebelumnya hampir tidak pernah terjadi. Namun karena cuaca sangat ekstrem, kita akan evaluasi dan jika diperlukan bisa dilakukan modifikasi cuaca seperti pada saat Nataru 2024 lalu,” katanya.

Emil menambahkan bahwa BPBD Jawa Timur telah melakukan pemompaan air untuk mempercepat surutnya genangan. Ia juga akan berkoordinasi dengan Bupati Sidoarjo untuk mengidentifikasi area rawan banjir dan mencari solusi penanganannya.

“BPBD sudah berupaya melakukan pemompaan agar genangan cepat surut. Kami akan berkomunikasi dengan Bupati Sidoarjo untuk menelusuri titik rawan dan upaya yang bisa dilakukan. Pemerintah terus berikhtiar memperbaiki dari setiap kejadian,” ujar mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Emil juga meninjau kondisi jalan keluar Terminal 2 Bandara Juanda yang sempat tergenang dan mengalami kerusakan.

Ia meminta Dinas Perhubungan segera memasang penanda seperti water barrier untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Alhamdulillah genangan di pintu keluar sudah surut. Namun, jalan yang rusak harus segera diberi tanda agar pengendara tidak celaka,” ucapnya.

Emil menjelaskan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pemudik keluar terbesar kedua setelah Jawa Barat, sekaligus penerima pemudik terbesar kedua setelah Jawa Tengah. Kondisi ini menyebabkan kepadatan arus balik di semua moda transportasi, termasuk darat, laut, udara, dan kereta api.

“Kepadatan arus balik sudah terasa. Penerbangan dari Surabaya ke berbagai destinasi penuh. Saya sendiri dari Jakarta ke sini pesawatnya penuh. Jawa Timur menyumbang seperempat dari total arus mudik nasional,” paparnya.

Puncak arus balik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada 5–8 April. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan berbagai kebijakan.

Emil mengimbau masyarakat yang hendak kembali ke daerah tujuan agar datang lebih awal ke Bandara Juanda guna menghindari antrean panjang dan risiko tertinggal pesawat.

“Lebih baik datang lebih awal daripada terjebak antrean. Fasilitas bandara sudah siap, mulai dari tenant makanan hingga area istirahat. Check-in counter dan keamanan juga telah dioptimalkan,” tutur Emil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *