IEU-CEPA Buka Akses Luas ke Pasar Uni Eropa, DPR Apresiasi
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyambut baik tercapainya kesepakatan politik antara Indonesia dan Uni Eropa dalam perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Menurutnya, kesepakatan ini akan membuka akses ke pasar Uni Eropa yang berpenduduk lebih dari 450 juta jiwa.
“Perjanjian ini bisa mendongkrak nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa yang saat ini sudah mencapai 30 miliar dolar AS, serta membuka peluang baru di bidang perdagangan dan investasi,” ujarnya, Selasa (15/7).
Dengan pemberlakuan tarif nol untuk sekitar 80% komoditas ekspor Indonesia, Budisatrio memperkirakan ekspor bisa meningkat hingga 50% dalam beberapa tahun ke depan. Ia juga menyebut perjanjian ini akan memperkuat industri ekspor bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi asing.
Kesepakatan ini, lanjutnya, menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun hubungan dagang yang adil dan saling menguntungkan. Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia yakin diplomasi ekonomi Indonesia akan dijalankan secara kolaboratif dan terbuka.
Budisatrio juga menyoroti manfaat non-ekonomi, termasuk kemudahan visa Schengen multi-entry bagi WNI melalui kebijakan visa cascade dari Uni Eropa. Hal ini diyakini akan memperkuat hubungan antarmasyarakat di bidang pendidikan, riset, bisnis, dan budaya.
Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang dagang, dan deglobalisasi, Budisatrio menilai keberhasilan IEU-CEPA sebagai bukti bahwa Indonesia memilih jalur kerja sama yang saling menguntungkan, bukan proteksionisme.

