Indonesia Jajaki Investasi Industri Singkong di Mozambik
MEDIATAMA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan Indonesia tengah menjajaki kerja sama investasi dengan Mozambik dalam pengembangan industri pengolahan singkong guna meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan teknologi budi daya, peningkatan produktivitas, hingga pembangunan fasilitas pengolahan singkong.
“Indonesia dan Mozambik berpeluang besar untuk memperkuat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Kami ingin mendorong peningkatan perdagangan dua arah, memperluas akses pasar bagi kedua negara, serta membuka peluang investasi yang bernilai tambah bagi perekonomian,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu.
Kemendag juga mendorong optimalisasi perjanjian dagang preferensial Indonesia-Mozambik (PTA) serta mengusulkan pertemuan kedua Joint Committee Meeting untuk mengevaluasi implementasi perjanjian dan menjajaki peningkatan kerja sama menuju kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA).
Sementara itu, Menteri Negara Urusan Perdagangan Mozambik António do Rosário Grispos memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk memperluas pemasaran produk unggulan negaranya ke kawasan ASEAN.
Pada Januari–Agustus 2026, perdagangan kedua negara mencapai 110,7 juta dolar AS, dengan ekspor Indonesia sebesar 88,9 juta dolar AS dan impor 21,9 juta dolar AS. Produk utama ekspor Indonesia meliputi minyak sawit, sabun, margarin, dan semen, sedangkan impor dari Mozambik didominasi tembakau, batu bara, mineral industri, serta grafit alami.

