Jusuf Kalla: Perdamaian Dunia Harus Berdasarkan Keadilan dan Penguasaan Teknologi

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menegaskan upaya menciptakan perdamaian dunia harus dilandasi keadilan serta didukung penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam tausiah Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya mendamaikan pihak yang berselisih.

“Rasulullah mengatakan bahwa amal yang lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah mendamaikan orang yang berselisih,” kata Kalla.

Ia menjelaskan konflik biasanya dipicu berbagai faktor seperti ketidakadilan, persoalan politik dan sosial, sengketa wilayah, ideologi, agama, hingga perebutan sumber daya alam. Menurutnya, ketidakadilan menjadi penyebab terbesar konflik, termasuk di Indonesia.

“Dari sekitar 15 konflik besar di Indonesia, sembilan di antaranya terjadi karena ketidakadilan,” ujarnya.

Kalla juga menyinggung konflik global, termasuk ketegangan Iran dengan Amerika Serikat–Israel. Ia menilai perang modern kini lebih ditentukan oleh penguasaan teknologi militer dibanding jumlah pasukan.

“Perang sekarang bukan lagi soal banyaknya tentara, tetapi siapa yang menguasai teknologi,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pengembangan sains dan teknologi di perguruan tinggi. Kalla juga mengingatkan peran Indonesia dalam diplomasi perdamaian dunia, seperti melalui Konferensi Asia Afrika 1955 yang digagas Presiden pertama RI Soekarno, serta pengalaman penyelesaian konflik Ambon melalui Perjanjian Malino.

“Konflik bisa dihentikan jika kita memahami akar masalahnya dan mau duduk bersama mencari solusi,” kata Kalla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *