Kemenbud Salurkan Rp465 Miliar untuk Hidupkan Ekosistem Seni dan Budaya
Kementerian Kebudayaan menyalurkan dana hampir Rp465 miliar kepada sekitar 2.800 komunitas seni dan budaya di seluruh Indonesia guna memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan nasional.
“Tahun ini bantuan diberikan kepada 2.800 komunitas dengan total hampir Rp465 miliar, yang diharapkan bisa menghidupkan ekosistem seni dan budaya,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri Festival Pelayanan Publik Sareng Pelaku Tur Budaya di Bandung, Jumat (7/11).
Fadli menyebut sejumlah program strategis yang turut dijalankan kementeriannya, seperti Belajar Bersama Maestro dan Gerakan Seniman Masuk Sekolah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari amanat konstitusi, yakni Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan tanggung jawab negara dalam memajukan kebudayaan nasional.
“Pasal 32 ayat (1) ini sering terlewat, padahal sangat penting. Negara memiliki tanggung jawab memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebudayaan dan industri kreatif kini menjadi kekuatan ekonomi sekaligus instrumen diplomasi global. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat dengan Hollywood, India dengan Bollywood, dan Korea Selatan dengan Korean Wave, sukses menjadikan budaya sebagai daya tarik dunia.
“Kita juga harus menjadikan budaya sebagai ekonomi masa depan. Misalnya, dari 2.213 warisan budaya tak benda kita, salah satunya adalah Pacu Jalur yang sudah berlangsung selama 120 tahun, tapi baru viral sekitar enam bulan lalu,” katanya.
Fadli menyebut, Indonesia memiliki potensi besar dengan 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah—sekitar 10 persen dari bahasa di dunia. Saat ini tercatat 228 cagar budaya dan 2.213 Warisan Budaya Takbenda (WBTB), di mana 16 di antaranya telah diakui UNESCO. Tahun ini, pemerintah menargetkan penambahan 50 cagar budaya dan 550 WBTB baru, termasuk 60 dari Jawa Barat.
“Budaya bukan beban, melainkan mesin penggerak ekonomi kreatif dan peneguh identitas bangsa,” tegasnya.

