Kemendagri Tekankan Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh Jelang Ramadhan
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Zakaria Ali menegaskan bahwa fase pemulihan pascabencana di Aceh menuntut kecepatan dan ketepatan, terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Pemulihan pascabencana bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kelancaran distribusi pangan dan air bersih.
Safrizal juga menyebut pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara harus dipercepat, bersamaan dengan pemulihan infrastruktur dasar. “Seluruh pekerjaan harus dilakukan secara paralel, mulai dari jalan dan jembatan, normalisasi sungai, tanggul, listrik, hingga komunikasi… agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah membentuk Satgas Nasional Pemulihan Pascabencana yang diketuai Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Seluruh kementerian dan lembaga sepakat memperkuat sinergi dan meniadakan ego sektoral agar masyarakat terdampak segera merasakan kehadiran negara.
Sejumlah capaian telah dilaporkan, antara lain Kemendikdasmen yang membersihkan 2.756 sekolah terdampak dan memulai kembali pembelajaran di 2.468 sekolah, serta pendirian 18 tenda belajar dan distribusi 15.500 paket school kit. Di sektor kesehatan, Kemenkes menurunkan sekitar 3.300 tenaga kesehatan dan mengaktifkan seluruh fasilitas layanan kesehatan, meski masih ada tiga puskesmas yang perlu direlokasi.
Rapat lintas sektor juga menyepakati prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk percepatan pembangunan jembatan, pemulihan akses jalan, pengaktifan fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan huntara dan huntap. Fokus lain mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi tanggul dan bendungan, serta pemulihan jalan nasional, yang akan terus dipantau secara simultan oleh seluruh pemangku kepentingan.

