Kemenekraf Gulirkan Program Ekraf Peduli untuk Pulihkan Usaha Kreatif Pascabencana di Sumatera
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pemulihan kegiatan usaha di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui inisiatif Ekraf Peduli. Program ini dirancang untuk memastikan pemulihan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat.
“Melalui Ekraf Peduli, kami ingin memastikan pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menggerakkan kembali usaha, kreativitas, dan daya juang masyarakat agar pulih bersama dan bangkit berdaya,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Jumat.
Pada fase rehabilitasi, Kemenekraf mengaktifkan Ruang Kreatif Merah Putih serta memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi pelaku ekonomi kreatif terdampak bencana. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pelatihan pembuatan konten digital, pertunjukan musik lokal, sinema rakyat, permainan edukatif, hingga aktivitas kesenian.
Memasuki tahap rekonstruksi, fokus program diarahkan pada penguatan kapasitas produksi dan peningkatan nilai tambah. Kegiatan meliputi pelatihan kriya, batik, sulam dan anyam, desain kemasan, memasak, menjahit, hingga kewirausahaan digital guna mengungkit pemulihan perekonomian lokal.
Berdasarkan data BNPB per 5 Januari 2026, bencana banjir dan longsor berdampak pada 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah melakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif terdampak dan berkomitmen membangun kembali daerah bencana, seiring penegasan Menko PMK Pratikno akan pentingnya pendataan dan pengelolaan data dalam rehabilitasi dan rekonstruksi.

