Kemenkes Dorong Pola Hidup Sehat Lewat Program Cek Kesehatan Gratis

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Asnawi Abdullah, menyatakan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dirancang untuk mendorong pergeseran paradigma dari pendekatan kuratif menjadi preventif dan promotif.

“Selama ini masyarakat baru datang ke fasilitas kesehatan saat sudah sakit. Sekarang, kita dorong agar mereka datang saat masih sehat untuk mengetahui ada tidaknya faktor risiko penyakit,” ujar Asnawi saat kick-off Program CKG di Tangerang Selatan, Senin (4/8).

Ia menjelaskan, pendekatan promotif dan preventif memungkinkan masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan mengendalikan faktor risiko sebelum menjadi penyakit serius.

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit, pasien akan dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.

“Kalau ada gejala, akan segera ditindaklanjuti. Puskesmas bisa merujuk ke rumah sakit agar penanganan lebih cepat dan tepat,” katanya.

Untuk kasus tertentu yang memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit, pembiayaan akan ditanggung melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Penanganan awal bisa dilakukan di puskesmas. Bila diperlukan, puskesmas akan merujuk pasien ke rumah sakit,” jelas Asnawi.

Ia menambahkan, layanan di puskesmas bersifat gratis. Namun, untuk penanganan di rumah sakit dibutuhkan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan.

“Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk segera melunasi iuran agar kepesertaan BPJS tetap aktif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *