Kolaborasi Riset Gandum dan Kedelai, Pemerintah Targetkan Produksi Mandiri
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong peningkatan produksi gandum dan kedelai melalui kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan industri untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan dan mandiri.
“Ini pertemuan antara industri, perguruan tinggi, peneliti, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Fokusnya adalah komoditas yang sulit tumbuh di Indonesia, seperti gandum,” ujar Mentan di Jakarta, Rabu (28/5).
Mentan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan industri dalam mengembangkan komoditas pertanian yang belum optimal.
Pertemuan dengan Menteri Brian Yuliarto difokuskan pada peningkatan riset dan produktivitas tanaman gandum dan kedelai, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan kedelai merupakan komoditas strategis yang produksinya harus segera ditingkatkan, termasuk melalui keterlibatan universitas dengan keahlian di bidang pertanian dan teknologi benih.
Produksi kedelai menjadi prioritas dengan target hasil panen melebihi rata-rata nasional sebesar 4,39 ton per hektare, yang saat ini masih dalam tahap uji coba.
“Kami targetkan produksi di atas standar nasional. Saat ini produksi 4,39 ton per hektare sudah baik, tapi masih skala percobaan. Tantangannya berbeda jika diuji di lapangan,” jelasnya.
Ia optimistis hasil riset akan berdampak nyata jika diterapkan secara luas di sentra produksi kedelai.
Terkait gandum, Mentan menyatakan Indonesia mulai serius mengembangkan riset dan budidayanya, karena selama ini belum menjadi fokus utama dalam agenda pertanian nasional.
Selain gandum dan kedelai, komoditas lain seperti bawang putih juga akan dikembangkan melalui pendekatan riset dan teknologi secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Itu arahan Presiden. Kita riset bagaimana meningkatkan produksi dan produktivitas, melibatkan seluruh perguruan tinggi yang memiliki keahlian di bidang ini,” tutup Mentan.
Penulis : Clarissa Setya

