KSAD Maruli: Sumur Rp150 Juta untuk Kebutuhan Satu Desa, Bukan Rumah Tangga

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa biaya pembangunan sumur Rp150 juta untuk korban bencana di Sumatera wajar karena sumur tersebut dibangun dengan spesifikasi khusus.

Menurut Maruli, sumur itu dibor hingga kedalaman 100–200 meter agar bisa menyentuh titik mata air dan menghasilkan debit air besar untuk memenuhi kebutuhan beberapa rumah. “Kalau kita tidak menemukan mata airnya, air itu pasti akan habis,” ujar Maruli.

Karena fungsinya melayani banyak warga, biaya pembuatannya jauh lebih besar dibanding sumur rumah tangga biasa. “Rumah saya di Bandung mungkin enggak sampai Rp10 juta jadi tuh (sumur) air, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang,” jelasnya.

Persoalan biaya sumur ini sebelumnya dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis (1/1), bersama Maruli dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Dalam rapat itu disampaikan bahwa pengeboran sumur sedalam 100–200 meter membutuhkan biaya Rp100–150 juta, yang dinilai Presiden terjangkau karena sudah termasuk instalasi, tangki air, dan dapat langsung dimanfaatkan korban bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *