KSAL Apresiasi Prajurit Marinir Usai Kontak Senjata dengan OPM di Maybrat

MEDIATAMA – Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengapresiasi prajurit Marinir yang tergabung dalam Koops TNI Habema atas keberhasilan operasi melawan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Maybrat, Papua Barat Daya.

Dalam rapat internal TNI AL, Senin (12/10), Ali menyatakan para prajurit layak memperoleh penghargaan berupa kenaikan pangkat dan kesempatan mengikuti pendidikan militer.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas keberanian, dedikasi, dan profesionalisme prajurit dalam melaksanakan tugas operasi demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ali.

Sebelumnya, Satgas Yonif 9 Marinir terlibat kontak senjata dengan kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya di kawasan Sungai Frambu, Jumat (9/10), saat menjalankan Operasi Badai Kasuari 3.10.

Menurut laporan TNI, tiga anggota OPM tertembak dalam peristiwa tersebut. Satu jenazah ditemukan dan diduga merupakan Manfred Fatem, sedangkan dua lainnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai. Petugas juga mengamankan satu pucuk senjata AK-101.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan operasi dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat Papua.

“Setiap ancaman bersenjata yang membahayakan keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional. Namun, tujuan utama kami adalah menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat hidup tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial kembali tumbuh,” tegasnya.

Riyanto turut mengimbau anggota OPM agar menyerahkan diri secara damai.

“Kepada saudara-saudara yang masih berada di hutan, jalan damai tetap terbuka,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *