Analis Nilai Operasi TNI Selamatkan Karyawan Freeport Perkuat Kepercayaan Publik
Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro menilai keberhasilan TNI dalam operasi penyelamatan 18 karyawan PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, sebagai capaian penting yang memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Operasi tersebut dinilai menunjukkan kehadiran negara secara nyata di wilayah dengan tingkat ancaman dan medan yang sangat tinggi.
Pria yang akrab disapa Simon itu menekankan bahwa operasi penyelamatan tersebut membawa pesan strategis kuat bahwa keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama. “Pesan utamanya jelas, negara tidak membiarkan warganya berada dalam ancaman. Kehadiran negara diwujudkan bukan melalui pendekatan brutal, tetapi melalui tindakan profesional yang terukur dan bertanggung jawab,” katanya.
Menurut Simon, pendekatan seperti itu penting untuk menjaga legitimasi negara di mata masyarakat lokal maupun nasional. “Keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui kekuatan senjata, tetapi juga melalui kepercayaan publik bahwa aparat negara bertindak secara proporsional dan manusiawi,” ujarnya.
Ia menilai operasi Tembagapura dapat menjadi rujukan penanganan krisis keamanan di wilayah rawan. “Ini bisa menjadi best practice dalam penanganan krisis keamanan di wilayah rawan. Integrasi intelijen, perencanaan operasi yang matang, serta disiplin pelaksanaan di lapangan harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ucapnya.
Simon menambahkan keberhasilan operasi tanpa kontak senjata dan korban jiwa menegaskan profesionalisme TNI dalam operasi militer modern yang berbasis intelijen dan manajemen risiko. “Penghargaan negara kepada prajurit TNI yang bertugas di Papua… adalah indikator bahwa kinerja di lapangan memang diakui. Ini memperlihatkan konsistensi profesionalisme TNI dalam menjalankan tugas negara,” katanya.

