May Day 2026: Simbol Soliditas Buruh dan Pemerintah
Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menilai peringatan Hari Buruh tahun ini menunjukkan eratnya komunikasi antara serikat pekerja dan pemerintah.
“Ini sejarah persatuan dan kesatuan buruh Indonesia. Mudah-mudahan semangat ini terus terjaga hingga May Day 2027,” ujarnya di Jakarta.
Perayaan di Monas yang dihadiri sekitar 250 ribu buruh bersama Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai momentum bersejarah.
“Sebagai Ketua Panitia May Day 2026 saya sangat bahagia. Sekitar 250 ribu buruh hadir di sini bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini hari yang luar biasa bagi buruh Indonesia,” kata Andi.
Ia menegaskan, meski sebagian buruh menyampaikan aspirasi lewat aksi di DPR, hal itu tetap bagian dari demokrasi. Mayoritas buruh memilih hadir di Monas untuk berdialog langsung dengan Presiden.
Andi juga menyebut sejumlah tuntutan buruh telah direspons pemerintah, seperti pembentukan Satgas PHK, pengetatan aturan alih daya, perlindungan pekerja rumah tangga, hingga program perumahan dan layanan kesehatan.
“Presiden sudah menepati janjinya. Satgas PHK, aturan alih daya yang diperketat, perlindungan terhadap pekerja rumah tangga, rumah sakit buruh, perumahan buruh. Semua mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Ia turut mengusulkan akses beasiswa LPDP bagi aktivis buruh dan mengapresiasi kebijakan pembagian pendapatan ojol yang lebih besar untuk pengemudi.
“Ini di luar ekspektasi kami… Teman-teman ojol sangat bahagia,” katanya.
Andi menegaskan, perayaan ini tidak memakai dana negara, melainkan gotong royong. Ia juga mengapresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas pembentukan Desk Ketenagakerjaan untuk mempercepat penyelesaian isu buruh.

