Menkop Minta KDMP Susun Proposal Bisnis Realistis
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) segera menyiapkan proposal bisnis yang matang dengan pemetaan potensi desa, analisis pasar, proyeksi keuangan, hingga strategi pemasaran yang jelas.
“Sejak dibentuk pada 21 Juli oleh Presiden Prabowo, kan ada tenggang waktu 3 bulan. Sebenarnya Oktober mulai kita operasional, tapi September ini sudah mulai,” kata Ferry di Surabaya, Minggu (14/9).
Ia menegaskan proposal tersebut penting agar KDMP memiliki arah jelas dan daya tawar kuat saat mengajukan pembiayaan ke perbankan maupun mitra strategis.
KDMP, lanjutnya, menjadi wadah penjualan dan penampungan produk desa sekaligus perpanjangan tangan program unggulan pemerintah.
Ferry menyebut Menteri Keuangan telah menyiapkan Sisa Anggaran Lebih (SAL) sekitar Rp16 triliun untuk mendukung 10.000–15.000 KDMP di seluruh Indonesia.
“Alokasi tersebut dipastikan akan bertambah untuk mendukung pengembangan Kopdes Merah Putih secara lebih luas,” ujarnya.
Saat ini pengurus dan pengawas KDMP sudah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih untuk memudahkan pengawasan dan mitigasi risiko. Ferry menambahkan, pemerintah juga menunggu aturan terkait pengelolaan tambang dan mineral oleh KDMP yang akan segera diterbitkan.

