Mensos: Fungsi Sentra Tetap Berjalan Meski Ada Sekolah Rakyat
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan bahwa fungsi sentra sebagai tempat layanan rehabilitasi sosial tetap berjalan meskipun program Sekolah Rakyat akan diterapkan di seluruh sentra terpadu.
“Sentra tetap melayani masyarakat yang membutuhkan perawatan, konsultasi, dan rehabilitasi sosial. Itu tidak berubah,” ujar Mensos, Rabu (21/5).
Ia menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat tidak menggantikan fungsi utama sentra, melainkan berjalan berdampingan.
“Kami ingin memuliakan semua pihak, baik penerima layanan di sentra maupun anak-anak dari keluarga rentan yang kini bisa mengakses pendidikan dasar,” ujarnya.
Mensos menyebut Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya Kementerian Sosial menjangkau kelompok miskin dan miskin ekstrem. Program ini menggabungkan pendekatan pendidikan dengan pelayanan sosial untuk mengatasi putus sekolah dan keterbatasan akses pendidikan dasar.
Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengapresiasi langkah cepat dan konkret Kemensos dalam menangani berbagai masalah sosial.
Menurutnya, slogan Kemensos Selalu Ada bukan sekadar jargon, tetapi nyata dalam penanganan langsung berbagai kasus kemanusiaan, seperti rumah roboh, operasi gagal, dan anak-anak putus sekolah.
Ia menilai Sekolah Rakyat sebagai program afirmatif untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Apresiasi tersebut merujuk pada inisiatif Kemensos membangun 100 titik Sekolah Rakyat pada 2025. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang putus sekolah, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa per sekolah dan pembangunan dalam dua tahap.
Renovasi gedung dipastikan tidak mengganggu fungsi utama sentra sebagai tempat layanan sosial.
Penulis : Clarissa Setya

