Mentan Sebut HPP gabah Rp6.500/kg keberpihakan Presiden ke petani
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ketentuan penyerapan gabah kering panen (GKP) sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram mencerminkan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kebijakan menaikkan HPP gabah ini menjadi bentuk nyata keberpihakan Presiden kepada petani,” kata Mentan, Senin (8/4).
Mentan menyatakan bahwa lebih dari 100 juta petani di berbagai daerah di Indonesia telah merasakan dampak positif secara langsung dari kebijakan penyesuaian HPP gabah tersebut.
“Terima kasih dari petani Indonesia. Harga gabah naik Rp6.500 per kilogram. Ini adalah kebahagiaan besar bagi seluruh petani. Petani juga merasa terbantu karena distribusi pupuk kini jauh lebih mudah dan efisien,” ujarnya.
Petani di berbagai sentra produksi padi nasional menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan pendapatan petani secara signifikan serta mendorong produktivitas sektor pertanian.
Joko (47), Ketua Gapoktan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyatakan bahwa kebijakan Presiden Prabowo telah memberikan dampak nyata terhadap hasil panen dan kesejahteraan petani.
Ia mengungkapkan bahwa produksi padi di wilayahnya mampu mencapai hingga tujuh kali panen dalam kurun dua tahun terakhir.
“Kami para petani di Ngawi bahagia dengan kebijakan Bapak Presiden. Harga gabah naik menjadi Rp6.500 per kilogram, dan pupuk pun kami terima dengan sangat mudah,” kata Joko.
Selain itu, Joko juga mengapresiasi langkah cepat Perum Bulog yang turun langsung ke lapangan untuk menyerap hasil panen petani.
“Alhamdulillah, Bulog bergerak cepat. Pupuk mudah didapat. Harapan kami, sistem penyalurannya bisa terus disederhanakan agar tengkulak tidak lagi bermain di sektor pertanian,” ujarnya.
Penulis : Clarissa Setya

