Misbakhun: MBG Jadi Instrumen Tingkatkan Kualitas SDM

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Jadi, ini (MBG) bagian dari intervensi pemerintah dalam untuk tingkatkan kualitas SDM,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan serap aspirasi di Pasuruan, Jawa Timur. Ia menyoroti perubahan kondisi generasi saat ini dibanding masa lalu.

“Zaman saya dulu masih harus bayar SPP, berangkat ke sekolah juga tanpa sarapan. Kini, anak-anak tidak hanya cukup makan, gizinya juga dipikirkan negara,” katanya.

Misbakhun juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi negatif terkait kebijakan pemerintah.

“Kalau orang di TikTok bilang Indonesia gelap, jangan percaya. MBG ini agar anak-anak kita nanti bisa bersaing dengan bangsa-bangsa besar di seluruh dunia, sehingga upaya pemerintah mengintervensi generasi mendatang tidak bergizi buruk, harus kita dukung,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kebijakan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan harga energi global.

“Sekali lagi, kebijakan subsidi menjadi instrumen utama negara untuk melindungi daya beli rakyat,” katanya.

Ia menyebut pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berupaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia naik.

“Karena situasi itu harga minyak menjadi naik. Di seluruh dunia naik, hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi,” katanya.

Menurutnya, pemerintah menargetkan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun, termasuk melalui kerja sama dengan negara produsen minyak.

“Presiden dan Pak Bahlil pergi ke negara-negara produsen minyak agar masuk ke Indonesia dalam jumlah besar sehingga harga BBM bersubsidi bisa dipertahankan. Pesan ini penting untuk disampaikan seluruh rakyat,” imbuhnya.

Ia juga mencontohkan stabilitas harga elpiji 3 kilogram serta berbagai subsidi lain seperti listrik, KUR, iuran BPJS Kesehatan, hingga BLT.

“Artinya pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan,” katanya.

“Bukan ratusan juta atau ratusan miliar, melainkan ratusan triliun (rupiah, red). Itu pengorbanan negara buat bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *