Panggah Susanto: Fokus Tangani dan Cegah Bencana, Bukan Saling Menyalahkan
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto meminta semua pihak berhenti saling menyalahkan terkait banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan masyarakat membutuhkan penanganan cepat dan upaya pencegahan jangka panjang.
“Tidak perlu salah lempar tanggung jawab dan saling menyalahkan, yang terpenting kita harus dalam kesadaran hidup di wilayah rawan bencana, untuk diantisipasi dengan pembenahan menyeluruh terhadap pencegahan potensi bencana baik banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gempa, dan lain-lain,” kata Panggah di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir dan longsor adalah penggundulan hutan, diperparah curah hujan ekstrem. “Bencana banjir ini salah satunya akibat penggundulan hutan… sebagai contoh hutan di Jawa seluas kurang lebih 2,4 juta hektare, di mana saat ini separuh dari luasan itu sudah menjadi lahan terbuka,” ujarnya.
Panggah mendorong momentum bencana dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan tata kelola kehutanan dan sumber daya alam secara berkelanjutan. “Harus dijadikan momentum kita semua untuk introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh kebijakan pembangunan yang memiliki orientasi keberlanjutan,” tuturnya.
Ia juga menilai pernyataan Menko PM Muhaimin Iskandar yang meminta kementerian melakukan “tobat nasuhah” tidak tepat dan tidak memberikan solusi. “Prinsipnya sangat tidak tepat mengeluarkan pernyataan seperti itu dalam kondisi bencana seperti ini, apalagi itu keluar dari seorang Muhaimin Iskandar yang juga berada di dalam pemerintahan menjabat sebagai Menko PM,” ujarnya.

