PDI Perjuangan: Kwik Kian Gie, Guru Bangsa yang Tak Pernah Surut Menjaga Idealisme
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ekonom dan mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Kwik Kian Gie, yang meninggal di usia 90 tahun pada Senin (28/7).
“Pak Kwik adalah guru bangsa yang selalu menyuarakan idealisme hingga akhir hayat. Kita kehilangan ekonom gigih,” ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (29/7).
Menurut Said, Kwik dikenal sebagai sosok kritis dan konsisten, baik saat berada dalam maupun di luar pemerintahan. Ia selalu berdiri di atas prinsip, tak tergoda kekuasaan, dan teguh pada nilai-nilai kebangsaan.
Pada masa krisis moneter 1997–1998, Kwik menentang skema penyelesaian utang obligor ala IMF dan BPPN karena menilai aset yang disita tidak sebanding dengan kewajiban utang.
“Beliau kalah dalam keputusan itu, tapi tetap berdiri tegak dengan keyakinannya,” kata Said.
Kwik juga dikenal sangat peduli terhadap pengelolaan sumber daya alam dan kemandirian ekonomi nasional, mengikuti jejak pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta.
“Tak sejengkal pun publik meragukan nasionalismenya,” tegas Said.
Sebagai kader senior PDIP, Kwik pernah menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, Wakil Ketua MPR RI, Menko Ekuin (1999–2000), dan Kepala Bappenas (2001–2004). Ia juga mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, dan menerima penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana.
“Semoga Tuhan menempatkan Pak Kwik di tempat terbaik. Doa kami mengiringi beliau,” tutup Said.

