Pertamina Cari Alternatif Minyak dari Afrika di Tengah Gejolak Timur Tengah
PT Pertamina menyebut negara-negara Afrika menjadi salah satu alternatif sumber minyak mentah di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan energi nasional.
“Pertamina dan pemerintah selalu mencarikan alternatif-alternatif resource energi yang dimiliki dan termasuk dari negara-negara yang memang kita sudah laksanakan (impor) selama ini melalui Afrika dan negara lainnya,” ujarnya di Jakarta.
Ia menjelaskan upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait diversifikasi sumber minyak mentah, terutama saat distribusi dari kawasan Timur Tengah terganggu.
Pertamina, kata dia, terus memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat serta industri di tengah dinamika global.
“Kami terus memonitor dinamika yang terjadi di global. Kami lakukan dengan cara berkoordinasi secara intens dengan pemerintah yang sedang mengupayakan juga cara-cara terbaik sehingga LPG maupun BBM bisa tetap tersedia bagi seluruh masyarakat,” kata Baron.
Ia menegaskan penjajakan sumber energi tidak hanya terbatas pada Afrika, tetapi juga berbagai negara lain sebagai bagian dari strategi ketahanan energi.
“Semua sumber sedang kami jajaki dan kami lakukan (impor), tidak hanya dari Afrika,” ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil menyebut sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah. Pemerintah pun menyiapkan alternatif pasokan dari sejumlah negara, seperti Angola, Brasil, Amerika Serikat, hingga Rusia.
Dalam upaya tersebut, Bahlil juga melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, dalam pertemuan di Rusia pada pertengahan April 2026.

