Polri-Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah Pekan Depan
Polri bersama Perum Bulog akan meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak pekan depan untuk menekan harga beras yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah daerah.
Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan program ini menjadi respons atas rendahnya realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025. Dari target 1,3 juta ton, baru terealisasi 8 ribu ton.
“Fungsi Binmas Polri sebagai leading sector wajib memastikan data stok akurat, koordinasi dengan Bulog, dan penyaluran tepat sasaran. GPM akan dilombakan antarsatuan wilayah, dan yang terpenting jangan sampai ada penyelewengan,” ujarnya, Jumat (8/8).
Penyaluran SPHP dilakukan melalui dua skema: langsung dari satuan wilayah ke Bulog, atau lewat Koperasi Merah Putih, Primkoppol, maupun koperasi lainnya. Batas pembelian ditetapkan maksimal 10 kilogram per konsumen, kecuali daerah 3T, Maluku, dan Papua yang menggunakan kemasan 50 kilogram.
Seluruh proses wajib mengikuti HET zonasi dan dilarang dijual kembali. Distribusi akan dipantau lewat aplikasi Klik SPHP, mulai dari pengajuan, pembayaran, hingga pelaporan.
Pengawasan dilakukan ketat dengan melibatkan Bhabinkamtibmas untuk sosialisasi dan pemantauan lapangan, serta tim gabungan Bulog, Polri, pemerintah daerah, dan Bapanas. Masyarakat juga bisa melapor via hotline 110 atau aplikasi Klik SPHP.
Direktur Utama Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhan menyambut baik kolaborasi ini. “Dukungan Polri meningkatkan kapasitas distribusi kami. Bulog menyiapkan 1.514 gudang berkapasitas 3,7 juta ton serta fasilitas tunda bayar tujuh hari untuk Primkoppol sebagai mitra penyalur,” ujarnya.

