Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan bagi Tokoh Pertanian di Panen Raya Karawang
Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan kepada sejumlah tokoh dan pelaku sektor pertanian dalam agenda Panen Raya Nasional sekaligus pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas kontribusi dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026, Prabowo menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kepemimpinan dan perannya dalam mendorong peningkatan produksi serta reformasi sektor pertanian. Sementara Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Heri Sunarto, petani Poktan Ngudi Luhur Sukoharjo, sebagai representasi dedikasi petani.
Bintang Jasa Nararya dianugerahkan kepada Bobby Irfan Effendi, penyuluh pertanian OKU Timur, serta Winarto dari Poktan Sri Sedhono Ngawi, atas peran aktif dalam pendampingan dan penguatan kelembagaan petani. Selain itu, Satyalancana Wira Karya diberikan kepada sejumlah tokoh lintas sektor, termasuk unsur TNI, kepolisian, kepala daerah, penyuluh, dan pimpinan organisasi tani.
Dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Prabowo menyampaikan bahwa cadangan beras nasional Bulog kini mencapai lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Ia menegaskan capaian ini menjadi fondasi penting bagi percepatan target swasembada pangan nasional.
Presiden menekankan kemandirian pangan sebagai syarat kemerdekaan bangsa di tengah konflik dan ketidakpastian global. Ia menargetkan swasembada tidak hanya beras, tetapi juga komoditas karbohidrat lain dan protein, sebagai bagian dari strategi besar ketahanan nasional.

