Prabowo: Indonesia Proses Ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Eurasia
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tengah menjalani proses ratifikasi Persetujuan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Ia juga mengapresiasi Belarus yang telah lebih dahulu menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian tersebut.
“Di bidang perdagangan, kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi Perjanjian Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) menandatangani perjanjian perdagangan bebas tersebut pada 21 Desember 2025. EAEU beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan.
Prabowo mengatakan di tengah dinamika global saat ini, Belarus merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia. Karena itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertanian, perdagangan, dan kebudayaan.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia dan Belarus meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai kerangka pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan.
“Peta Jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,” kata Prabowo.
Sementara itu, Presiden Belarus Alexandr Lukashenko menyatakan hubungan kedua negara telah terjalin sejak lama dan Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara.
Lukashenko menegaskan komitmen negaranya untuk menjalankan berbagai program yang telah disepakati dalam peta jalan tersebut, termasuk kerja sama di bidang pertanian modern dan manufaktur.
“Ini yang paling penting tercapai yang diraih hari ini, pemenuhan food security antara kedua negara serta diskusi mengenai berbagai affairs di bidang global,” kata Lukashenko.

