Prabowo–Trump Sepakati Tarif 19 Persen dan Bebas Bea 1.819 Produk

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo Subianto menjadi satu-satunya kepala negara yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump di sela agenda Board of Peace di Washington DC.

“Kemarin ada lebih dari 15 kepala negara dan pemerintah, begitu ya. Jadi, kemudian satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo,” kata Teddy.

Dalam pertemuan tersebut, ditandatangani perjanjian perdagangan Indonesia–AS yang menetapkan tarif resiprokal 19 persen untuk produk impor Indonesia.

“Saya mau ingatkan lagi jadi perjanjiannya memang 19 persen. Tahun lalu itu 32 persen menjadi 19 persen,” ujarnya.

Selain itu, disepakati tarif 0 persen bagi 1.819 produk unggulan nasional di sektor pertanian dan industri, termasuk kopi, kakao, minyak kelapa sawit, dan semikonduktor. Usai penandatanganan, kedua presiden melanjutkan pertemuan selama sekitar 30 menit untuk membahas sejumlah isu lain.
Teddy menyebut perkembangan lanjutan dari kesepakatan itu akan segera diumumkan.

“Kita tunggu, mungkin dalam waktu dekat. Yang sekarang 19 persen ya, mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia. Kita tunggu saja,” katanya.

Sementara itu, melalui keterangan resmi Gedung Putih, kedua pemimpin menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan perjanjian perdagangan timbal balik tersebut.

“Mengingat kembali perjanjian bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia tentang perdagangan timbal balik, kedua pemimpin menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan konsisten yang telah dilakukan oleh kedua negara. Mereka juga menegaskan komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *