RI-Malaysia Bahas Pengelolaan Ambalat, Masih Tahap Eksplorasi

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa rencana pengelolaan bersama kawasan perbatasan Ambalat antara Indonesia dan Malaysia masih dalam tahap eksplorasi, sehingga belum dibahas secara mendalam dalam Konsultasi Tahunan Ke-13 Indonesia-Malaysia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7).

“Masih dalam tahap pembicaraan awal, modalitas dan teknisnya belum ditentukan. Perjalanannya masih panjang,” ujar Sugiono kepada wartawan usai acara.

Ia menambahkan, kedua negara sepakat bahwa kawasan Ambalat memiliki potensi besar, terutama di bidang kelautan dan perikanan, sehingga kerja sama strategis perlu terus didiskusikan. Jika pembahasan awal selesai, detail teknis akan ditangani oleh kementerian terkait.

Dalam Konsultasi Tahunan Ke-13 tersebut, Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim menggelar pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dalam format makan siang bersama (working luncheon) antara delegasi kedua negara.

Berbagai isu strategis dibahas, termasuk kemajuan perundingan perbatasan, penurunan kasus nelayan yang ditangkap karena pelanggaran wilayah laut, serta rencana pendirian pusat pembelajaran komunitas di Sabah dan Sarawak bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Sugiono, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BIN M. Herindra.

Sementara itu, PM Anwar hadir bersama Menlu Mohamad Hasan, Mendagri Saifuddin Nasution, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Tengku Zafrul Aziz, Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek, serta pejabat negara bagian Sarawak dan Sabah, yaitu Abang Johari Openg dan Hajiji Noor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *