Syahrul Aidi Ingatkan Pertahanan Pangan Butuh Infrastruktur Penunjang

Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi menilai program ketahanan pangan memerlukan dukungan infrastruktur vital, termasuk teknologi, informasi, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Menjelang 80 tahun Kemerdekaan RI, Syahrul menekankan pentingnya kemandirian bangsa di berbagai sektor strategis. “Kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan kolonial, melainkan juga mandiri di bidang pangan, teknologi, ekonomi, dan sumber daya manusia,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (16/8).

Syahrul mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memperluas konsep pertahanan dari militer ke pertahanan pangan. “Ketika kita mampu memproduksi yang kita konsumsi, kita akan mandiri dan merdeka. Ketika kita mampu memproduksi yang dikonsumsi orang lain, kita akan maju. Tapi jika kita tidak mampu memproduksi apa yang kita konsumsi sendiri, kita akan terjajah,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia berpotensi besar menjadi eksportir pangan berkat kekayaan agraris. Karena itu, ia mendukung rencana pembentukan batalion khusus pangan oleh Kementerian Pertahanan.

Namun, Syahrul mengingatkan agar fokus pada pertahanan pangan tidak mengabaikan pembangunan infrastruktur dasar. “Jangan kaku menafsirkan kebijakan pertahanan pangan hingga mengorbankan kebutuhan dasar lain,” kata dia.

Ia menyoroti beberapa kementerian yang dinilai kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat terkait jalan dan jembatan. “Padahal, infrastruktur tersebut tetap menjadi penopang aktivitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *