Timo Scheunemann Sarankan Liga Sepak Bola Putri Tak Perlu Terlalu Banyak Tim

Pelatih profesional Timo Scheunemann menyarankan agar liga sepak bola putri profesional tidak diikuti terlalu banyak tim demi menjaga keberlanjutan tim dan stabilitas kompetisi.

“Menurut saya, idealnya liga pro cukup delapan tim dari delapan kota, terhubung dengan universitas. Jadi pemain bisa tampil di liga pro sekaligus membela tim kampus. Artinya, ada liga universitas dan liga pro dengan pemain yang hampir sama,” kata Scheunemann di Kong Soccer Arena, Jakarta, Minggu (4/5).

Ia menambahkan, orang tua lebih mungkin mendukung anaknya jika ada jaminan pendidikan.

“Mereka bisa melihat sepak bola sebagai jalur masuk ke universitas,” ujarnya.

Dengan jumlah tim yang sedikit, kompetisi tidak berlangsung terlalu panjang. Menurutnya, ini lebih realistis diterapkan di Indonesia, mengingat banyak atlet putri yang menikah di usia muda dan memiliki tanggung jawab lain.

“Liga putri tidak bisa seintens liga pria. Harus dilihat dari sisi ekonomi juga. Di Asia, banyak pemain putri sudah menikah di usia 25 tahun,” jelasnya.

Saat ini, PSSI berencana menggelar kompetisi usia dini secara reguler lewat Piala Pertiwi untuk kelompok usia 14 dan 16 tahun. Kompetisi ini dirancang sebagai fondasi Liga 1 Putri yang dijadwalkan bergulir pada 2027.

Terakhir kali Indonesia memiliki liga putri adalah pada 2019, dengan nama Liga 1 Putri. Saat itu, Persib Putri keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tira Persikabo Kartini di final dua leg.

Meski minim kompetisi, timnas putri Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF Putri pada Desember 2024.

 

 

 

 

 

Penulis : Bangkit Satriyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *