Tito Klarifikasi Pernyataan soal Bantuan Malaysia untuk Aceh, Sampaikan Permintaan Maaf
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan tidak pernah berniat mengecilkan bantuan dan dukungan warga maupun pemerintah Malaysia kepada korban bencana di Aceh. Klarifikasi itu disampaikan Tito di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, menyusul viralnya pernyataan mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Tan Sri Rais Yatim yang mengaku kecewa atas komentar yang dinilai meremehkan bantuan Malaysia.
“Pernyataan saya kemarin mungkin disalahpahami. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mengecilkan bantuan, dukungan dari warga Malaysia kepada Aceh, tidak, sama sekali tidak bermaksud itu,” kata Tito. Ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, “Kalau ada yang salah paham, saya minta maaf.”
Tito menegaskan hubungan personal dan profesionalnya dengan Malaysia telah terjalin lama dan erat, sejak kerja sama pascabom Bali hingga kini menjabat sebagai Mendagri. Hubungan baik itu, kata dia, juga terjalin dengan Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution, Menteri Luar Negeri, hingga Perdana Menteri Malaysia.
Menurut Tito, penekanan pernyataannya bukan untuk membandingkan atau mengurangi arti bantuan luar negeri, melainkan agar kerja besar Pemerintah Indonesia juga mendapat penghargaan setara. Ia menyebut sejak hari-hari awal bencana, pemerintah bergerak cepat, termasuk dirinya yang turun langsung ke Aceh pada 29 November 2025. “Banyak sekali yang sudah dikerjakan sejak hari pertama, hanya memang tidak semuanya terekam media,” ujarnya.
Ia mengapresiasi tinggi bantuan luar negeri, termasuk dari Malaysia yang memiliki ikatan serumpun dengan Aceh, namun mengingatkan agar kerja keras aparat negara, relawan, dan donatur dalam negeri tidak terpinggirkan. “Penekanan saya itu cuma satu sebetulnya, tolong, yang di dalam negeri juga dihargai,” katanya. Pernyataan Tito soal nilai bantuan Malaysia yang disebut berkisar Rp1 miliar sebelumnya memicu kritik Rais Yatim terkait etika diplomasi dan narasi bantuan kemanusiaan.

